Ayahh.... Coba kalian tanya ke diri sendiri: kapan terakhir kali Ayah main bareng Ananda, tanpa HP di tangan, tanpa mikir kerjaan besok?
Kalau jawabannya "lupa kapan", tenang, Ayah nggak sendirian.
Di banyak keluarga, pendidikan anak masih sering dianggap "urusan Ibu".
Ayah kerja, cari nafkah, dan itu sudah dianggap cukup sebagai bentuk kontribusi. Padahal, kehadiran Ayah secara emosional punya peran yang tidak bisa digantikan siapa pun, termasuk oleh sekolah sebaik apa pun.
Di Sekolah Alam Arrasyid, kami percaya pendidikan anak adalah kerja sama tiga arah: sekolah, Ibu, dan Ayah.
Bukan soal siapa yang paling banyak menghabiskan waktu, tapi siapa yang benar benar "hadir" saat bersama anak.
Anak yang merasa didengar oleh Ayahnya,
sekecil apa pun momennya,
anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang berbeda.
Keterlibatan itu tidak harus besar, menemani anak cerita 10 menit sebelum tidur, menanyakan hal paling seru hari ini, atau sekadar duduk di sampingnya saat mengerjakan PR, itu semua terhitung.
Yang penting konsisten, bukan sempurna.
Yuk, ayah.... mulai minggu ini, coba luangkan 15 menit setiap hari untuk "hadir penuh" bareng Ananda, tanpa distraksi gadget.